Rabu, 25 September 2024

Kode Etik

 Kode Etik

Ilustrasi Hengker tidak bermoral 😡(source : Rakyat Merdeka)

Halo Teman-teman, kembali lagi di blog tercinta ini 💓. Kali ini, kelasnya diadakan secara online dan mahasiswa disuruh untuk belajar mandiri gaiss. Kenapa? karena Pak Robby sedang menemani mahasiswa yang lomba Gemastik loh...... Semoga Universitas Jember mendapatkan juara dan bisa maju ke level internasional ya teman-teman 😁. Selanjutnya, Aku akan menuliskan resume mata kuliah etika profesi yaitu materi kode etik. Kode etik sangat diperlukan di IT, apalagi zaman sekarang banyak sekali kejahatan melalui internet, seperti pembobolan data, doxxing, dan penjualan informasi sensitif. oke, silahkan simak resume materi kode etik berikut ini ya teman-teman.


Kode Etik

Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

Kode Etik Profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Kode etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.


Menurut UU no. 8 (Pokok-pokok kepegawaian) : Kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan

Tujuan utama kode etik agar seorang profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Prinsip

Prinsip Tanggung jawab : Seorang yang memiliki profesi harus mampu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari profesi tersebut, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya.

Prinsip Keadilan : Prinsip ini menuntut agar seseorang mampu menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain, khususnya orang yang berkaitan dengan profesi tersebut.

Prinsip Otonomi : Prinsip ini didasari dari kebutuhan seorang profesional untuk diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.

Prinsip Integritas Moral : Seorang profesional juga dituntut untuk memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya, dan masyarakat.

Sifat

  • Singkat, berarti kode etik itu merupakan pedoman, bahasanya tidak boleh bertele-tele.
  • Sederhana, berarti kode etik tidak boleh rumit dan harus mudah dipahami.
  • Jelas dan konsisten, maksudnya maknanya jelas. Misal di awal suatu perbuatan dilarang, seterusnya harus terus dilarang.
  • Masuk akal, maksudnya harus sesuai dengan kondisi yang ada.
  • Dapat diterima, semua orang harus bisa menerima kode etik tersebut.
  • Praktis dan dapat dilaksanakan.
  • Komprehensif dan lengkap.
  • Positif dalam formulanya, maksudnya segala pedoman yang tertulis tidak melanggar hukum.

Fungsi

Fungsi dari kode etik sendiri adalah untuk :
  • memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang profesionalisme yang digariskan, 
  • merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesinya, dan 
  • mencegah campur tangan pihak luar organisasi tentang hubungan etika keanggotaan profesi.

Sanksi

Sanksi Pelanggaran Kode Etik :
  • Sanksi Moral 
  • Sanksi terhadap Tuhan YME
  • Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan

Contoh Jenis Pelanggaran Kode Etik di Bidang IT

  • Hacker dan cracker.
  • Denial of service attack.
  • Piracy.
  • Fraud.
  • Gambling.
  • Pornography and peudophilia.
  • Data forgery.


Rabu, 18 September 2024

Professionalisme dan Profesi IT

Professionalisme dan Profesi IT


                                                                Ilustrasi profesi IT (Sumber : Gramedia)

Halo teman-teman, selamat datang kembali lagi di blogku ini 😁. Kali ini, Aku akan membahas tentang materi ke-dua matkul etika profesi, yaitu professionalisme dan profesi IT yang diajarkan pada tanggal 12 September oleh dosen Fasilkom Universitas Jember yaitu Pak Roby(lagi). Di materi ini, akan membahas etika professionalisme, professionalisme dalam IT, dan profesi IT itu sendiri. Berikut ini adalah resume dari materi yang disampaikan oleh Pak Roby.

Profesi dan Profesional

Menurut George Reynolds, Profesi adalah sebutan untuk suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan persiapan akademik yang panjang dan intensif. Berdasarkan materi sebelumnya, Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise) tertentu, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Lalu, professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang.

The United States Code Of Federal Regulations (The US CFR) mendefinisikan seorang "Professional employee" adalah orang yang terlibat dalam pekerjaan dimana :
  1. Membutuhkan pengetahuan lanjutan di bidang sains yang biasanya diperoleh melalui kursus dan pendidikan di institusi pendidikan atau rumah sakit
  2. Mensyaratkan melaksanankan kebijakan / aturan dan penilaian atas kinerjanya
  3. Didominasi karakter intelektual

Apakah Pekerja IT Profesional?

Menurut Merriam-Webster, "A professional is relating to a job that requires special educating, training, or skill.". Sedangkan ketiga persyaratan tersebut sangat dibutuhkan oleh profesional IT dalam mengatasi dunia komputasi. Maka pekerja IT termasuk profesional. IT profesional harus ditandai dengan penyesuaian terhadap etika dan standar teknis dari sebuah profesi. Mereka juga dituntut untuk beradaptasi lebih cepat dan meningkatkan ketrampilan, serta skill-skill baru agar mereka tidak ketinggalan dengan standar teknis baru

Menetapkan Etika Profesional Kamu Sendiri

Untuk menjadi seseorang yang profesional, kita harus menetapkan etika profesional IT dalam diri kita sendiri. Berikut adalah tuntutan profesional IT dalam dunia kerja :
  1.  seorang IT profesional harus open mind atau terbuka terhadap teknologi baru yang dibutuhkan perusahaan dan pasar. Jangan hanya bergantung pada tools dan bahasa pemrograman yang lama saja
  2. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik di tempat kerja, baik dengan rekan kerja, klient maupun atasan.
  3. Melaksanakan tugas dan fungsi secara baik dan benar, serta komitmen untuk meningkatkan kemampuan di bidang IT
  4. Memahami berbagai standar etika profesional yang mengatur dan mengikat di masing-masingbidang profesi berdasarkan pada Body of Knowledge (BoK) atau aturan yang mengikat di masing-masing asosiasi profesi
  5. Contoh standar kode etik profesi IT : IEEE Society, ACM, AIS, AITP, SANS, dll.

Profesionalisme

Menurut KBBI, Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindakan tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional. Bisa disimpulkan bahwa profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral

Ciri-ciri Profesionalisme di Bidang IT

  1. Mempunyai Ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas bersangkutan dengan bidang IT
  2. Mempunyai ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka dalam membaca situasi secara cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan berdasarkan kepekaan
  3. Mempunyai sikap berorientasi ke depan sehingga mempunyai kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
  4. Mempunyai sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain.

Jenis Profesi di Bidang IT


Jenis profesi di bidang IT (source : My University💖)

Software Engineering 

  • Project Manager
  • System Analist
  • System Architect / System Designer
  • Programmer
  • Mobile App Developer
  • Front - end Developer
  • Back - end Developer
  • Website Developer
  • Quality Control (QC) Manager
  • Quality Assurance (QA) Manager
  • UI / UX Designer

IT Engineering

  • IT Support Manager
  • IT Support Specialist
  • Network Architect
  • Network Engineer
  • Network System Administrator
  • IT Security Specialist
  • Technical Support Engineer

IT Operations

  • EDP Operator
  • System Administrator
  • Website Administrator
  • Helpdesk Technician
  • Helpdesk Specialist

Data and Busineses

  • Data Scienstist
  • Data Analytics Manager
  • Data Center Manager
  • Data Quality Specialist
  • Database Designer
  • Database Administrator
  • IT Strategy Specialist
  • Digital Content Writer
  • Online Marketing Specialist

IT Manager

  • IT Auditor
  • IT Consultant
  • IT Governance Specialist


Cita-citaku : Website Developer



Rabu, 11 September 2024

Materi Etika Profesi

   

                                                      Kode Etika Profesi (Sumber: Google.com)  

Assalamualaikum teman-teman. Perkenalkan nama Saya Muhammad Radhitya Arifiansyah dari prodi Sistem Informasi. Maaf jika blog ini masih terlihat kurang bagus, karena ini pertama kalinya Saya menulis blog. Oke..... selanjutnya Saya akan mencoba menjelaskan beberapa materi yang Saya dapat di Universitas Jember pada saat kelas etika profesi yang diajarkan oleh dosen saya yang bernama Fahroby Adnan S. Kom., M. SI.


Etika

Menurut George Reynolds, Etika adalah seperangkat keyakinan tentang perilaku benar dan salah di dalam masyarakat. Menurut KBBI, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)

Lalu, etika dibagi berdasarkan cakupan dan lingkungannya yaitu :

  • Etika umum : etika yang membahas prinsip-prinsip moral dasar.
  • Etika khusus : implementasi dari prinsip dasar pada masing-masing bidang kehidupan manusia
  • Etika individual : menyangkut kewajiban dan sikap manusia itu sendiri
  • Etika sosial : sikap dan kewajiban individu sebagai anggota masyarakat

                                          Ilustrasi pembagian etika (Sumber: My University💖)

Moral

Menurut George Reynolds di buku "Ethics in Information Technology", Moral  adalah keyakinan pribadi seseorang tentang cara menilai benar atau salahnya sesuatu. Lalu, menurut KBBI, Moral  adalah keyakinan pribadi seseorang tentang cara menilai benar atau salahnya sesuatu. Moral sendiri ada yang bersifat objektif dan subjektif. Terkadang, tidak semua manusia memilki moral yang sama, misalnya ada yang merasa bahwa berbohong itu pasti tidak bermoral sedangkan yang lain merasa bahwa berbohong untuk kebaikan atau keselamatan diri merupakan hal yang wajar dan tidak menyalahi moral.

Hukum

Menurut George Reynolds, hukum adalah sistem peraturan yang memberi tahu kita apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Hukum ditegakkan oleh satu set institusi (polisi, pengadilan, badan pembuat undang-undang). Hukum merupakan sistem yang mengatur dari aspek perilaku dan sifat baik masyarakat ataupun individu, sehingga hukum terletak lebih tinggi dibanding etika ataupun norma walaupun terkadang hukum tidak sesuai oleh moral beberapa individu.

Etika dan Etiket

  • Perbedaan antara Etika dengan Etiket yaitu, Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Contohnya: Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. "Jangan mencuri" merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.

  • Sedangkan Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contohnya: Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian

    Intinya, etika berlaku di manapun dan kapanpun sedangkan etiket berlaku apabila kita bersama orang lain ataupun ada saksi mata (misalnya kentut sembarangan atau kesopanan dalam berpakaian)

Profesi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise) tertentu, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Lalu, Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut profesional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan untuk kerja sesuai dengan profesinya.

Ciri-Ciri Profesi

  • Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis
  • Asosiasi profesional
  • Pendidikan yang eksistensi
  • Ujian kompetensi
  • Pelatihan instutisional
  • Lisensi
  • Kode etik
  • Status dan imbalan

Etika Profesi

Dalam semua profesi, pasti ada aturan untuk mengatur sikap dan perilaku seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Menurut keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7)  etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professinal terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Seperti kasir indomaret yang harus memberikan senyum kepada pelanggan, dokter yang harus menjaga privasi pasiennya, dan PNS yang tidak boleh terlibat dalam politik. Semua aturan yang mengatur perilaku tersebut adalah kode etik. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Tujuannya agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Fungsi Kode Etik Profesi

  1. Pedoman bagi anggota profesi, kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sarana kontrol masyarakat, kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Melindungi anggota dari campur tangan pihak lain, kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Itu saja rangkuman materi yang Saya dapat di kelas saat itu. etika profesi terkadang susah untuk ditegakkan apabila diri kita tidak disiplin dan profesional. Saat ini, banyak sekali terjadi pelanggaran kode etik baik karena haus popularitas dan ketenaran seperti dokter yang membuat konten tentang penyakit ataupun musibah pasiennya dan haus akan kekuasaan misalnya melakukan nepotisme (tamvrak tamvrak mamsuk💀). Oleh karena itu, perkuat integritas dan profesionalisme diri ya teman-teman 😉